Riview Buku “SEJARAH INDONESIA MASA KEMERDEKAAN 1945 -1998”

Oleh: Rifan

Buku dengan judul “SEJARAH INDONESIA MASA KEMERDEKAAN 1945 -1998” karya Dr. Aman, M.Pd., diterbitkan oleh Penerbit Ombak tahun 2015, dengan tebal 139 halaman.

Kelebihan Buku

Buku ini menyajikan informasi sejarah secara mendalam namun tetap mudah dipahami, dengan kronologi peristiwa yang jelas dan sumber-sumber otentik yang memperkaya wawasan pembaca tentang perjuangan bangsa Indonesia.

Kekurangan Buku

Buku ini terkadang terlalu fokus pada peristiwa besar sehingga kurang memberikan detail tentang tokoh-tokoh lokal dan dinamika daerah yang juga berperan penting dalam masa kemerdekaan.

Alasan Membaca Buku

Alasan saya membaca buku ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, serta untuk memahami berbagai tantangan politik dan sosial yang dihadapi pada masa itu.

Gambaran Umum Isi Buku

Buku ini memberikan gambaran lengkap tentang masa awal kemerdekaan Indonesia, dimulai dari peristiwa Proklamasi hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui jalur diplomasi dan pertempuran. Buku ini juga mengulas secara detail berbagai peristiwa penting seperti Agresi Militer Belanda, Konferensi Meja Bundar, serta peran tokoh-tokoh utama dalam pembentukan dasar negara. Selain itu, buku ini membahas tantangan politik, sosial, dan ekonomi yang dihadapi oleh pemerintahan baru, serta bagaimana rakyat Indonesia bersatu untuk mempertahankan kedaulatan negara di tengah ancaman kolonialisme yang masih ada.

Riview Buku “Medang Sejarah Budaya Mataram Kuno”

Oleh: Ihsan Sopyan

Buku dengan judul “Medang Sejarah Budaya Mataram Kuno” karya Eko Ashari, diterbitkan oleh CV Witarka Nusantata tahun 2022, dengan tebal 48 halaman.

Kelebihan Buku

Buku ini memberikan penjelasan yang mendalam tentang perkembangan kebudayaan Mataram Kuno sekaligus bukti peninggalan kerajaan Mataram kuno, dengan narasi yang terstruktur dan didukung oleh sumber-sumber arkeologis yang kuat, sehingga memudahkan pembaca memahami dinamika sosial, politik, dan agama pada masa itu.

Kekurangan Buku

Buku ini cenderung kurang mendalami peran masyarakat umum dan lebih banyak berfokus pada bukti peninggalannya saja , sehingga gambaran kehidupan sehari-hari rakyat biasa kurang tergali.

Alasan Membaca Buku

Saya membaca buku ini untuk memahami lebih lanjut sejarah dan kebudayaan Mataram Kuno, serta bagaimana kerajaan tersebut berperan dalam perkembangan budaya di Indonesia.

Gambaran Umum isi Buku

Buku ini membahas secara rinci sejarah Kerajaan Mataram Kuno, dimulai dari asal-usul Buku ini menjelaskan peran penting agama  dalam membentuk kebudayaan Mataram Kuno, termasuk arsitektur candi, seni, dan sistem pemerintahan. Selain itu, buku ini juga menggali peninggalan arkeologis seperti prasasti dan candi, yang memberikan gambaran tentang kehidupan sosial, hubungan politik antar kerajaan, serta pengaruh kekuatan luar pada perkembangan kerajaan. Dengan pendekatan historis dan arkeologis, buku ini menawarkan wawasan menyeluruh tentang dinamika kerajaan yang berpengaruh besar pada budaya Nusantara.

Riview Buku “Dalam Tawanan Djepang”

Oleh: Isnia Supiani

Buku dengan judul “Dalem Tawanan Djepang” karya Nio Joe Lan, diterbitkan oleh David kwa tahun 1946, dengan tebal 353 halaman.

Kelebihan Buku

Buku ini di angkat berdasarkan cerita nyata dan menceritakan para pengalaman bangsa Indonesia yang di tawanan oleh Jepang. Memberikan gambaran yg membuat kita merasakan apa yg mereka rasakan.

Kekurangan Buku

Dalam kosa kata yang digunakan masih menggunakan bahasa yang dulu menjadikan kurang dimengerti.

Alasan Membaca Buku

Karena pada saat membaca judulnya saya langsung tertarik dan saya penasaran kejadian di Indonesia saat di tawanan jepang.

Gambaran Umum Isi Buku

Buku ini menceritakan kisah nyata pengalaman pahit para tawanan perang Indonesia di Jepang selama Perang Dunia II. Penderitaan  yang mereka alami, tetapi juga menyoroti perjuangan mental dan semangat nasionalisme mereka. Para tawanan yang ditangkap oleh tentara Jepang dan dipaksa untuk bekerja paksa di berbagai wilayah di Jepang. Perjalanan mereka yang penuh penderitaan, kekurangan makanan, dan perlakuan kasar dari para penjaga Jepang, hidup penuh ancaman digambarkan dengan detail yang memilukan.

Review Buku ” Sejarah Eropa “

Oleh : Hafshah Rafifah Najla

Buku dengan judul “Sejarah Eropa”, karya Wahjudi Djaja, diterbitkan oleh Ombak (Anggota IKAPI) tahun 2012, dengan tebal 239 halaman.

Kelebihan Buku :

Bahasa yang digunakan tidak berbelit-belit dan mudah dipahami oleh pembaca. Dan informasi yang disajikan sangatlah penting untuk menambah ilmu pengetahuan dalam konteks sejarah masa Eropa.

Kekurangan Buku:

Namun, ada beberapa kata yang rumit tanpa ada penjelasan, dan terdapat pengulangan kalimat yang sebenarnya sudah dipaparkan sebelumnya.

Alasan Membaca Buku:

Untuk menambah pengetahuan saya sebagai mahasiswa sejarah.

Gambaran Umum Isi Buku:

Gambaran menyeluruh tentang sejarah Eropa dari zaman dahulu hingga zaman modern. Mengeksplorasi perkembangan politik, sosial, budaya, dana ekonomi yang telah membentuk Eropa selama berabad-abad. Buku ini menggali peristiwa-peristiwa penting seperti kebangkitan dan kejatuhan Kekaisaran Romawi, Renaisans, Reformasi, Era Eksplorasi, Revolusi Industri dan Perang Dunia

Review Buku “Sejarah Nusantara yang Disembunyikan”

Oleh : FAISHAL NATHIQ ALFARIH

Buku dengan judul “Sejarah Nusantara yang disembunyikan”, karya Fatimah Purwoko, diterbitkan oleh SOCIALITY tahun 2019, dengan tebal 288 halaman.

Kelebihan Buku :

Menurut saya kelebihan dari buku ini adalah berani tampil beda dengan menguak sejarah-sejarah yang belum banyak terekspos dan juga eksis di Indonesia, namun dapat mengemas informasi dengan sangat rinci dan singkat srta mudah untuk dipahami para pembaca, dan terdapat banyak  ilustrasi berupa gambar yang dapat ditemukan di buku ini sehingga pembaca tidak mudah bosan.

Kekurangan Buku:

Salah satu kelemahan yang ada pada buku ini adalah dari design cover yang menurut saya kurang mencolok ataupun ketika orang-orang melihat buku ini secara sekilas, ketertarikan mereka untuk mengambil buku ini tidak ada dan akan kurang terpacu untuk langsung ingin membacanya.

Alasan Membaca Buku:

Alasan saya membaca buku “Sejarah Nusantara yang Disembunyikan” adalah karena tertarik untuk mempelajari sejarah yang ada di Nusantara ini lebih dalam, terlebih dalam hal ini adalah sejarah yang masih belum banyak terekspos dan sedikit orang yang tau tentang itu. Karna saya percaya bahwa masih banyak sejarah yang belum terungkap di Indonesia ini.

Gambaran Umum isi Buku:

Gambara umum tentang buku “Sejarah Nusantara yang Disembunyikan” ini berisi tentang sejarah yang berhasil ditemukan, namun masih banyak orang yang belum tau, entah itu karena sengaja disembunyikan ataupun memang tersembunyi atau belum ada penelitian yang lebih lanjut yang bisa mengungkapnya. Di dalam buku ini tersaji empat periode, yaitu masa Hindu –Buddha, masa Islam, masa Kolonial, masa Pasca-Kemerdekaan.  Dan dari keempat periode yang dibahas semuanya memiliki bahasan menarik mengenai sejarah yang bisa saja belum kita ketahui sebelumnya, seperti pelarangan pesta sinterklas oleh Soekarno pada masa Pasca-Kemerdekaan, Kerajaan Islam di Papua pada masa Islam, dan masih banyak lainnya.

Review Buku “Perjuangan yang dilupakan”

Oleh: Nur Azizah

Buku dengan judul “Perjuangan yang dilupakan”, karya Rizki Lesus, diterbitkan oleh Pro- U Media tahun 2017, dengan tebal 296 halaman.

Kelebihan Buku:

1. Banyak memberikan informasi mengenai besarnya peran Islam dan tokoh-tokoh ulama dalam upaya membebaskan Indonesia dari Kungkungan penjajah.

2. Gaya bahasanya ringan sehingga mudah dipahami pembaca artinya tidak banyak menggunakan istilah-istilah asing.

3. Di dalam buku ini juga memberitahukan bahwa peran agama Islam itu, tidak dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Kekurangan Buku:

1. Detail Sejarah yang kurang mendalam, jadi fakta sejarah dan beberapa ulasan tidak menunjukkan detail-detail penting mungkin tidak sepenuhnya tercover atau terluas.

2. Hanya berfokus pada satu perspektif jadi buku ini hanya memberikan sudut pandang dari perjuangan ulama saja.

Alasan Membaca Buku:

Ingin memperkaya pengetahuan terutama tentang peran agama Islam dan tokoh-tokoh ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Gambaran Isi Buku:

Buku “Perjuangan yang Dilupakan” karya Rizki Lesus secara garis besar membahas tentang peran dan pengorbanan umat Islam dalam sejarah Indonesia, terutama dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Pada bagian awal membahas tentang pengenalan peran umat Islam. Umat Islam itu dianggap sebagai dari pionir kemerdekaan.

    Yang kedua membahas tentang pengakuan kedaulatan negeri-negeri Arab. Buku ini membahas tentang pengakuan kedaulatan negeri-negeri Arab terhadap kemerdekaan Indonesia. Dengan menunjukkan peristiwa bagaimana sih para ulama dan tokoh-tokoh Islam berperan dalam memperjuangkan pengakuan internasional atas kemerdekaan Indonesia.

    Yang ketiga membahas tentang pengorbanan umat Islam di berbagai pelosok     Yang keempat membahas tentang pendeklarasian partai Masyumi di kota Yogyakarta.

Review Buku “Sejarah Islam Asia Tenggara”

Oleh : Amel Aulia

Buku dengan judul “Sejarah Islam Asia Tenggara”, karya Dr. Hj. Helmiati, M.Ag, diterbitkan Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Uin Sultan Syarif Kasim Riau tahun 2014, dengan tebal 299 halaman.

Kelebihan Buku:

Kelebihan dari buku ini yaitu penjelasan nya yang lengkap mulai dari kedatangan islam di Nusantara, islam pada masa kesultanan di Asia Tenggara dimana pembahasan nya berupa perkembangan islam awal di Asia Tenggara, buku ini juga membahas tentang kersultanan atau kerajaan kerajaan islam di Asia Tenggara.

Kekurangan Buku:

Kekurangan buku ini yaitu pendekatan yang digunakan cenderung kepada aspek politik dan kurang menggali aspek sosial dan budaya di kawasan tersebut dan juga ada beberapa bahasa yang sulit untuk dipahami.

Alasan Membaca buku:

Alasan saya membaca buku ini karena buku ini memberikan wawasan tentang sejarah Islam di Asia Tenggara sehingga dapat memahami mulai dari kedatangan islam di beberapa negara.

Gambaran Umum Isi Buku:

Buku sejarah Islam Di Asia Tenggara ini menceritakan tentang latar belakang masuknya islam ke Asia Tenggara yaitu dengan jalur perdagangan dan interaksi budaya dan cara menyebarkan agama islam dengan cara seperti perdagangan,misi dakwah,pengaruh kerajaan. Kemudian menggambarkan tentang kerajaan Kerajaan Islam seperti Samudra Pasai dan yang lainya.

Review Buku “sejarah Indonesia masa praaksara”

Oleh : Ilma Tiena Pebrian

Kelebihan Buku:

Sumber Referensi yang Utama: Buku ini menjadi rujukan penting bagi para peneliti, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin memahami sejarah awal Indonesia.

Mencakup Beragam Topik: Membahas berbagai aspek, seperti kehidupan sosial, ekonomi, teknologi, dan kepercayaan masyarakat.

Pentingnya Konteks: Menyediakan konteks bagi perkembangan sejarah selanjutnya, termasuk pengaruh luar yang mulai masuk. Menyoroti Keberagaman: Menggambarkan variasi suku, tradisi, dan cara hidup yang ada di berbagai wilayah Indonesia.

Kekurangan Buku:

1. Buku mungkin tidak cukup membahas perdebatan atau pandangan berbeda di kalangan sejarawan terkait masa Praaksara.
2. Visualisasi yang Kurang, Minimnya gambar atau ilustrasi dapat membuat pembaca kesulitan untuk membayangkan konteks sejarah yang dijelaskan

Alasan Membaca buku:

ingin mengetahui perkembangan manusia purba, memberikan wawasan tentang kehidupan manusia purba, pola migrasi, dan perkembangan alat-alat yang digunakan.

Gambaran Umum Isi Buku:

Buku sejarah Indonesia masa Praaksara dimulai dengan pendahuluan yang menekankan pentingnya mempelajari periode ini dan metodologi yang digunakan. Selanjutnya, dijelaskan definisi masa Praaksara, termasuk kondisi geografi dan berbagai jenis manusia purba, seperti Homo erectus dan Homo sapiens, serta penemuan di situs arkeologi seperti Sangiran. Buku ini juga membahas alat dan teknologi yang digunakan, kehidupan sosial dan budaya, serta sistem kepercayaan masyarakat awal. Migrasi manusia dan interaksi dengan daerah sekitarnya turut dijelaskan, bersama dengan dampaknya terhadap budaya lokal. Di akhir, buku ini meninjau sumber arkeologi dan metode penelitian yang digunakan, diakhiri dengan kesimpulan tentang pentingnya masa Praaksara dalam konteks sejarah Indonesia, serta daftar pustaka untuk pembaca yang ingin mendalami lebih lanjut

Review Buku “Kontroversi dan Rekonstruksu Sejarah”

Oleh: Siti Nur Salamah

Buku dengan judul “Kontroversi dan Rekonstruksu Sejarah”, karya Slamet Soetrisno, diterbitkan oleh Media Pressindo tahun 2006, dengan tebal 120 halaman.

Kelebihan Buku:

Penulis menggunakan berbagai sumber, termasuk dokumen historis, catatan pribadi, dan wawancara dengan tokoh-tokoh penting, sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas  sehingga dapat memberikan perspektif baru mengenai pristiwa-pristiwa sejarah.

Kekurangan Buku:

Ada banyak kosakata yang tidak familiar atau terlalu akademis sehingga kurang mudah dipahami.

Alasan Membaca buku:

Alasan saya membaca buku ini karna keingintahuan saya  dengan isi buku tersebut yang kelihatannya pembahasannya sangat menarik. Selain itu juga, untuk menambah pengetahuan mengenai sejarah dan meningkatkan pola  berfikir kritis saya.

Gambaran Umum Isi Buku:

Buku ini berisi  tulisan-tulisan Slamet Soetrisno yang sebelumnya dipublikasikan di media massa. Ia mengumpulkan dan  menyusun kembali pemikirannya dalam sebuah buku yang didalamnya ada beberapa  pembahasan penting, seperti Polemik Piagam Jakarta yang  Menjelaskan latar belakang dan kontroversi seputar Piagam Jakarta, serta bagaimana dinamika sosial dan politik di Indonesia.

Ada pembahasan tentang Bung Karno dan Pancasila juga yang Menggali peran Soekarno dalam merumuskan Pancasila dan bagaimana ideologi ini diterima atau ditolak oleh berbagai kelompok masyarakat dan yang paling kontroversinya  ada pembahasan mengenai Rekonstruksi Sejarah G30S yang didalamnya Menganalisis peristiwa Gerakan 30 September dan dampaknya terhadap sejarah politik Indonesia, serta mempertanyakan narasi resmi yang sering  mengaitkan Soekarno dengan peristiwa tersebut tanpa bukti yang kuat.  Dalam buku ini juga  Soetrisno banyak mengkritik narasi resmi yang sering kali tidak memberikan gambaran utuh tentang sejarah, agar dapat mendorong pembaca untuk melihat kembali peristiwa-peristiwa sejarah dengan cara yang lebih kritis dan mempertimbangkan berbagai perspektif

Review Buku “Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa”

Oleh: Ida Rosmaida

Buku dengan judul “Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa”, karya Tim Hanningan, diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) tahun 2015, dengan tebal 414 halaman.

Kelebihan Buku:

Buku ini disajikan dengan pendekatan naratif yang menarik, mencerminkan karakter jurnalisme sastra. Dengan demikian, penjelasan yang diberikan tidak terasa monoton. Setiap bab dimulai dengan kalimat yang mampu mengajak pembaca untuk berimajinasi dan merasakan atmosfer pada masa yang diceritakan. Contohnya, dalam bab Tanah Harapan, Hannigan menulis: ‘Perahu kecil itu terdampar di pantai yang keruh, dipenuhi ikan mati yang berserakan. Seorang pria melompat keluar dengan sorakan gembira. Berpakaian seperti bajak laut, ia melangkahi kayu gelondongan yang mengapung dan menghindari tumpukan rumput laut yang membusuk.’ Dengan sentuhan humor, Hannigan menambahkan: ‘Ia menghela napas panjang, dan melambaikan pedang bengkoknya kepada sekelompok ayam betina kurus yang sedang mematuk sisa makanan. Ayam-ayam itu berkotek marah.’ (hal. 11).

Kalimat-kalimat ini menggambarkan momen ketika pasukan Inggris mendarat di Cilincing pada 4 Agustus 1811. Pria tersebut adalah John Casper Leyden (1775-1811), seorang dokter dan orientalis asal Skotlandia yang merupakan sahabat dekat Raffles serta pengagum Olivia, istri Raffles. Riset yang Mendalam dan Komprehensif
Hannigan mendasarkan tulisannya pada riset yang mendalam, dengan menggunakan sumber-sumber primer seperti arsip kolonial, surat-surat pribadi, dan catatan resmi. Riset ini mencakup tidak hanya perspektif Inggris, tetapi juga mengangkat suara-suara lokal dan sudut pandang dari pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut, baik dari Jawa maupun dari Belanda. Dengan demikian, pembaca mendapatkan gambaran yang kaya dan menyeluruh tentang dinamika kekuasaan selama masa invasi.

Salah satu keunggulan yang di dapat di dalam buku ini riset yang lebih mendalam karena mungkin banyak di era sekarang kita dapat menemukan buku sejarah ataupun yang lainya tidak menggunakan riset yang menyeluruh ketika kita menulis dan mendaptkan sumber sumber primer yang dapat di pertanggung jawabkan kepada masyarakat kita akan menjadi seorang sejarawan yang mengungkap fakta-fakta yang tidak banyak di ketahui oleh khlayak masyarakat mengungkap kebenaran sejarah tidaklah mudah banyak tahapan yang tidak mudah di lakukan mengumpulkan sumber yang kredibel dan juga riset kepada arsip dan perpustakan yang mungkin sumber-sumber itu sudah tidak ada bahkan hilang namun di dalam buku ini penulis sangat memperlihatkan sumber yang kredibel bagi pembaca menandakan bahwa buku ini sangat layak untuk dibeli maupun dibaca baik yang suka sejarah atau hanya ingin tahu mengenai invasi inggris ke jawa bisa saya rekomendasikan untuk membaca buku ini selain itu banyak kebenaran-kebenaran yang belum terungkap di dalam buku ini bahwasanya apabila kita bangsa Indonesia di jajah oleh Inggris ketika kita Merdeka kita bisa menjadi negara maju seperti Singapura dan Australia bahkan Amerika Serikat namun dibalik kesuksesan negara maju tersebut banyak nyawa yang menjadi korban atas kekejaman penjajahan inggris yang begitu kejam kepada negara-negara yang mereka jajah misalnya menerapkan sistem sewa tanah yang menguntungkan bagi penguasa atau sistem politik devide et impera “pecah belah dan dikuasai yang merupakan kekuatan bagi negara penjajah agar bisa memuluskan kekuasaanya di negara yang terjajah.

Kekurangan Buku:

Terlalu banyak berfokus pada sosok Raffles, meskipun judulnya menyebutkan “Invasi ke Jawa”, fokus utama buku ini adalah Raffles sendiri, dan sebagian besar cerita berfokus pada tindakannya dan keyakinannya politik. Ini menyebabkan beberapa aspek penting dari sejarah invasi yang lebih luas, seperti peran aktor lokal dan kondisi sosial masyarakat, kurang diperhatikan. Ini mungkin kurang memuaskan bagi pembaca yang berharap mendapatkan pemahaman yang lebih seimbang tentang pengaruh Raffles dan dampak luas invasi Inggris. Dan juga ketika say abaca di halaman pertama itu menceritakan mengenai awal mula kehidupan raffles dan juga para pejabat tinggi inggris mmengenai peran dan strategi bagaimana pasukan Inggris menguasai Jawa dengsn taktik mereka yang sangat gemerlang.

Bagaimana raffles survive sebagai bangsa asing yang ingin menguasai jawa menurutnya jawa sangan menarik bagi raffles memang sudah menjadi sasaran lama dari Raffles yang menganggap bahwa Jawa merupakan “Land of Hope”, atau Tanah Harapan dengan segudang harta karun di dalamnya. Langkah yang dilakukan Raffles usai menalukkan Batavia adalah memahami kondisi sosial politik di Pulau Jawa terutama daerah Vorstenlanden, wilayah yang didiami kekuasaan monarki pecahan Kesultanan Mataram (Yogyakarta dan Surakarta) Menurut saya juga di dalam buku ini alurnya mengalir namun sangat berat untuk di pahami bagi orang awam yang ingi mempelajari sejarah kita harus memahami dari awal membacanya berulang agar lebih memahami isinya. Selanjutnya mengenai Ilustrasi visual di dalam buku ini kuranya ilustrasi visual mengenai rafles dan invasinya ke jawa seharusnya bisa di tambahkan dalam bentuk foto visual yang membuat pembaca seolah-olah membayangkan kejadian yang sedang terjadi agar tidak membuat pembaca merasa bosen akan buku bacaanya yang hanya itu-itu saja tanpa ada tambahan gambar visual yang lebih menarik.

Alasan Membaca buku:

Alasan mengapa saya membaca buku ini karena ketika saya sedang mencari buku di Gramedia saya mencari ke sudut Lorong yang tersimpan banyak buku-buku sejarah yang banyak menarik perhatian diri saya tetapi ketika saya melihat buku Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa saya sangat tertarik untuk membelinya dan membacanya tetapi saya bimbingan ketika melihat buku pangeran di ponegoro tetapi waktu itu saya membulatkan tekad untuk membeli buku raffles dan invasi inggris ke jawa karena membaca dari synopsis pun banyak fakta-fakta yang mungkin akan terjawab melalui buku yang saya baca ni mengapa karena ketika saya membaca sinopsisnya pun banyak teka-teki yang saya ingin tahu dari buku ini mengenai mengapa negara-negara seperti Singapura dan Australia menjadi negara maju sedangkan Indonesia yang di jajah Belanda  membutuhkan waktu lama untuk menjadi negara maju padahal ketika kita menilik sejarah bahwasanya negara Indonesia lebih Merdeka terlebih dahulu. Dibandingkan dengan negara Singapura mengapa bisa terjadi seperti itu karena menurut cerita yang pernah saya dengar bahwa ketika inggris menginvasi Singapura mereka dikuasai tanahnya tetapi dicerdaskan dalam bidang manusianya berbanding terbalik dengan Indonesia kita di bodoh-bodohi tentang pendidikan, dan hanya diperas mengenai kekayaan alam yang ada di Indonesia tetapi rakyatnya baru dicerdaskan setelah Merdeka namun di buku ini juga disebutkan mengenai kekejaman invasi inggris yang belum diketahui banyak orang dan karena saya sangat menyukai sejarah mengenai negara-negara Eropa yang menginvasi negara asia membuat saya ingin mengulik lebih dalam mengenai sejarah-sejarah negara Eropa secara mendalam.

Gambaran Umum Isi Buku:

Tim Hannigan penulis buku ini terpengaruh oleh pernyataan beberapa orang Indonesia yang menunjukkan bayangan keberuntungan akibat penjajahan Inggris dan penyesalan akibat penjajahan Belanda. Hasilnya adalah perspektif baru pada Sir Thomas Stamford Bingley Raffles. suatu dekonstruksi yang mungkin tidak disukai oleh para penganut dan pendukung Raffles. Jurnalis spesialis dari Indonesia dan India, Tim Hannigan, dan Letnan Gubernur yang berkuasa di Jawa, menemukan bahwa diskusi tentang pendudukan Inggris di Jawa kurang dibahas. Hanya ditemukan di bagian tengah beberapa buku biografi Raffles (hal.7). Timbul pertanyaan mengapa hal itu terjadi. suatu pertanyaan yang seharusnya muncul di benak para sejarawan. Tidak diragukan lagi, bukti akan diperlukan untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan bukti ini akan digunakan untuk memperkuat argumen dan analisis di masa mendatang. Sejarawan beroperasi dengan cara ini.

Gaya narasi buku ini sangat menarik. Tipe jurnalisme agar penjelasan yang diberikan tidak terlalu singkat. Setiap bab dimulai dengan kalimat yang memungkinkan kita berpikir tentang apa yang terjadi selama periode yang diceritakan. Sebagai contoh, dalam bab Tanah Harapan, Hannigan menulis, “Perahu kecil itu kandas di pantai yang keruh dan penuh dengan ikan mati berserakan.” Seorang pria melompat dengan gembira. Berpakaian seperti bajak laut, dia melangkahi kayu gelondongan yang mengapung dan menghindari gumpalan rumput laut yang membusuk, kata Hannigan dengan jenaka, “Dia menghela napas panjang,…dan melambaikan pedang bengkoknya ke sekelompok ayam betina kurus yang mematuk sisa makanan.” Kotek itu marah. Kalimat-kalimat ini menggambarkan keadaan saat pasukan Inggris mendarat di Cilincing pada 4 Agustus 1811. John Casper Leyden adalah dokter dan orientalis yang hidup dari 1775 hingga 1811.

Banyak nama yang ditampilkan dalam buku ini selain John Leyden. Baik yang menyukai Raffles dan kemudian menentangnya. Misalnya, tidak banyak yang diketahui tentang istri pertama Raffles, Olivia Mariamne Raffles (1771-1814). Hannigan mengatakan bahwa orang-orang yang menentang Raffles percaya bahwa pernikahannya dengan Olivia, janda yang lebih tua sepuluh tahun, berkaitan dengan karirnya. Raffles naik pangkat dari juru tulis biasa di East India Company di London dan mendapat kenaikan gaji 2000 persen saat diberangkatkan ke Asia Tenggara (Penang). Olivia dikabarkan adalah gundik atasan Raffles, William Ramsay. Raffles menikahi Olivia dan mendapatkan promosi sekaligus untuk menghilangkan malu bosnya. Menurut Hannigan, bagaimanapun, hal itu masih perlu dibuktikan.

Lady Sophia Raffles (1786–1858), istri kedua Raffles yang dinikahi pada 1817, mengubah nama dan peran Olivia, menurut Hannigan. Kolonel Hugh Robert Rollo Gillespie (1766–1814) adalah salah satu nama yang kemudian menentang Raffles. Lelaki Irlandia bertubuh kecil yang hidupnya penuh dengan medali, jenazah, dan luka-luka mengingatkan kita pada kombinasi sosok masa kini seperti James Bond dan Indiana Jones. Kita dapat menganggap Gillespie sebagai karakter rekaan jika tidak ada bukti lukisan cat minyak, surat-surat, atau laporan (hal.71). Pada akhirnya, para perwira yang membantu menembus benteng Cornelis, menyerang Palembang, Surakarta, dan menjarah Keraton Yogyakarta bergabung dengan Raffles. Anggaran militer adalah penyebabnya (hal. 178). Sementara Gillespie ingin mendapatkan lebih banyak dana untuk militer, Raffles ingin mengurangi kehadiran mereka di Jawa. Akibatnya Perseteruan antara Raffles dan Gillespie menempatkan Otho Travers (1755-1844), ajudan Raffles, dalam posisi yang sulit. Travers, yang memiliki rasa hormat terhadap Gillespie namun tetap setia kepada Raffles, merasa bingung dengan situasi tersebut. Di kemudian hari, ketika Lady Sophia Raffles menyusun buku Memoir of the Life and Public Services of Sir Thomas Stamford Raffles (1830), Travers diminta untuk membantu mengisi bagian mengenai masa pemerintahan Raffles di Jawa. Buku Memoir of the Life, yang berisi surat-surat Raffles beserta semua balasannya, menurut Hannigan, menjadi ‘sumber terpercaya satu-satunya’ bagi para penulis biografi Raffles dari akhir 1890-an hingga 1990-an tanpa mendapatkan kritik. Namun, dalam proses penyusunan buku tersebut, Sophia melakukan seleksi dan menghapus bagian-bagian yang dianggap tidak baik dan memalukan. Dia hanya memilih bagian yang menggambarkan Raffles sebagai sosok pahlawan yang sempurna (hal.392).